Friday, 14 August 2015

DIMANAKAH ALLOH SWT ?????????

Dari sekian banyak literatur......dari sekian banyak sumber bacaan....dan dari sekian banyak sumber

pendengaran......apakah yang dafat sampeyan ambil kesimpulan sehingga menjadi suatu keyakinan akan

suatu pertanyaan yang puaaaaaaaaaaaaaaaaaaaling mendasar bagi ceolang mukmin dan muslim agar didalam

melaksanakan segala perintah dan menjauhi laranganNYA dan agar didalam beribadah kepadaNYA tidak

salah didalam menentukan arah tujuan hati kita. ibaratnya kita mau mengunjungi dan atau mengirim surat

kepada kekasih tercinta kita, maka kita memerlukan alamat yang jelas agar kita tidak TERSESAT dan tidak

muter-muter serta bertanya kesana kemari, langsung menuju alamat yang kita tuju.

DIMANAKAH ALLOH ???????????????????????

 cemuanya benar adanya dan cemuanya akan teringkas dalam 5 kata dalam 1 kalimah

ALLOH SWT BERADA DIATAS KESADARAN KITA

Thursday, 13 August 2015

JAMU TATAH (TEHNIK SHOLAT)

JAMU TATAH :
1.berdiri
2.perhatikanlah dasar nafas, kira-kira 2 jari dibawah pusar
3.lemaskan seluruh otot ditubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki
4.tanamkan pada diri bahwa kita sedang menghadap ALLAH SWT,jangan membayangkan apapun bahkan jangan membayangkan LAFADZ ALLAH
5.lakukan takbiratul ihram(allohu akbar)
6.lakukan langkah no.2 s/d no.4
7.baca do’a iftitah
8.lakukan langkah no.2 s/d no.4
9.baca al-fatihah
10.lakukan langkah no.2 s/d no.4
11.baca surah apa saja
12.lakukan langkah no.2 s/d no.4
13.ruku’(allohu akbar)
14.lakukan langkah no.2 s/d no.4
15.baca do’a ruku’
16.lakukan langkah no.2 s/d no.4
17.berdiri i’tidal(samiallohu liman hamidah)
18.lakukan langkah no.2 s/d no.4
19.baca do’a i’tidal
20.lakukan langkah no.2 s/d no.4
21.sujud pertama(allohu akbar)
22.lakukan langkah no.2 s/d no.4
23.baca do’a sujud
24.lakukan langkah no.2 s/d no.4
25.duduk antara 2 sujud(allohu akbar)
26.lakukan langkah no.2 s/d no.4
27.baca do’a ROBBIGHFIRLII(ya alloh, ampunilah dosaku)
28.lakukan langkah no.2 s/d no.4
29.baca do’a WARHAMNII(belas kasihanilah aku)
30.lakukan langkah no.2 s/d no.4
31.baca do’a WAJBURNII(cukupkanlah kekuranganku)
32.lakukan langkah no.2 s/d no.4
33.baca do’a WARFA’NII(tinggikanlah derajatku)
34.lakukan langkah no.2 s/d no.4
35.baca do’a WARZUQNII(berilah rejeki kepadaku)
36.lakukan langkah no.2 s/d no.4
37.baca do’a WAHDINII(berilah aku petunjukMU)
38.lakukan langkah no.2 s/d no.4
39.baca do’a WA ‘AAFINII(berilah aku kesehatan)
40.lakukan langkah no.2 s/d no.4
41.baca do’a WA’FU ‘ANNII(berilah ampunan kepadaku)
42.lakukan langkah no.2 s/d no.4
43.sujud kedua(allohu akbar)
44.lakkan langkah no.2 s/d no.4
45.baca do’a sujud
46.lakukan langkah no.2 s/d no.4
47.duduk tasyahud(allohu akbar)
48.lakukan langkah no.2 s/d no.4
49.baca do’a tasyahud
50.lakukan langkah no.2 s/d no.4
51.salam
52.lakukan langkah no.2 s/d no.4
53.selesai
NB:no.2s/d no.4 lakukan minimal 3Xnafas biasa..
sesungguhnya sangat beruntung orang yang beriman yaitu mereka yang khusyu’ dalam sholatnya.(al-mukminun :1-2)….
huhuhuhu….
laa ilaaha illallooh ora ono kekarepan sing mulyo kejobo kepangge gusti alloh...

Friday, 12 August 2011

JAMU AL-IKHLAS

niatkan dalam hati untuk menyelesaikan al-ikhlas sampai 100 ribu X, bisa dilakukan dengan beberapa cara atau metode :
1.tiap malem dibaca 1000X...sampai habis 100 ribu X
2.setiap selesai sholat fardhu dibaca 100X dan malamnya 1000X
3.setiap sholat fardhu dibaca 1000X

Monday, 21 March 2011

JAMU ISTIGHFAR

ISTIGHFAR DAN RIYADHONYA
Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan istighfar (memohon ampun) kpd setiap orang yg mengadukan kpd tentang kegersangan, kefakiran, sedikit keturunan dan kekeringan kebun-kebun.
Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasa ia berkata :”Ada seorang laki-laki mengadu kpd Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kpdnya, ‘Ber-istighfar-lah kpd Allah!. Yang lain mengadu kpd tentang kemiskinan maka beliau berkata kpdnya, ‘Ber-istighfar-lah kpd Allah!. Yang lain lagi berkata kpdnya, ‘Do’akanlah (aku) kpd Allah, agar Ia memberiku anak!, maka beliau mengatakan kpdnya, ‘Ber-istighfar-lah kpd Allah!. Dan yg lain lagi mengadu kpd tentang kekeringan kebun maka beliau mengatakan (pula) kpdnya, ‘Ber-istighfar-lah kpd Allah!”.
Dan kami menganjurkan demikian kpd orang yg mengalami hal yg sama. Dalam riwayat lain disebutkan :”Maka Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kpdnya, ‘Banyak orang yg mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar. [1]. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, ‘Aku tdk mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.
“Arti : Mohonlah ampun kpd Tuhanmu, sesungguh Dia ialah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kpdmu dgn lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai”. [Nuh : 10-12] [2]
Allahu Akbar ! Betapa agung, besar dan banyak buah dari istighfar ! Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yg pandai ber-istighfar. Dan karuniakanlah kpd kami buahnya, di dunia maupun di akhirat. Sesungguh Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin, wahai Yang Mahahidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya.
[2] Ayat Lain Adalah Firman Allah Yang Menceritakan Tentang Seruan Hud Alaihis Shalatu Was Sallam Kepada Kaum Agar Ber-istighfar.
“Arti : Dan (Hud berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kpd Tuhanmu lalu bertaubatlah kpd-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yg sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kpd kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dgn beruntuk dosa”. [Hud : 52]
Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yg mulia di atas menyatakan : “Kemudian Hud Alaihis salam memerintahkan kaum untuk ber-istighfar yg dgn dosa-dosa yg lalu dpt dihapuskan, kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yg akan mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya, melancarkan urusan dan menjaga keadaannya. Karena itu Allah berfirman.
“Arti : Niscaya Dia menurunkan hujan yg sangat lebat atasmu” [Tafsir Ibnu Katsir, 2/492. Lihat pula, Tafsir Al-Qurthubi, 9/51]
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yg memiliki sifat taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadan-keadaan kami. Sesungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan do’a. Amin, whai Dzat Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.
[3] Ayat Lain Adalah firman Allah.
“Arti : Dan hendaklah kamu meminta ampun kpd Tuhanmu dan bertaubat kpdNya. (Jika kamu mengerjakan yg demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yg baik (terus-menerus) kpdmu sampai kpd waktu yg telah ditentukan, dan Dia akan memberi kpd tiap-tiap orang yg mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguh aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat”. [Hud : 3]
Pada ayat yg mulia di atas, terdpt janji-janji dari Allah Yang Mahakuasa dan Maha Menentukan berupa kenikmatan yg baik kpd orang yg ber-istighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya.
“Arti : Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yg baik (terus menerus) kpdmu”. Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma ialah. ‘Ia akan menganugrahi rizki dan kelapangan kpd kalian’. [Zaadul Masiir, 4/75]
Sedangkan Imam Al-Qurthubi dalam tafsir mengatakan :”Inilah buah istighfar dan taubat. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kpd kalian dgn berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Ia tdk akan menyiksa kalian sebagaimana yg dilakukanNya terhadap orang-orang yg dibinasakan sebelum kalian”. [Tafsir Al-Qurthubi, 9/403. Lihat pula, Tafsir Ath-Thabari, 15/229-230, Tafsir Al-Baghawi. 4/373, Fathul Qadir, 2/695 dan Tafsir Al-Qasimi, 9/63]
Dan janji Tuhan Yang Mahamulia itu diutarakan dalam bentuk pemberian balasan sesuai dgn syaratnya. Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi berkata :”Ayat yg mulia tersebut menunjukkan bahwa ber-istighfar dan bertaubat kpd Allah dari dosa-dosa ialah sebab sehingga Allah menganugrahkan kenikmatan yg baik kpd orang yg melakukan sampai pada waktu yg ditentukan. Allah memberikan balasan (yg baik) atas istighfar dan taubat itu dgn balasan berdasarkan syarat yg ditetapkan”.[Adhwa’ul Bayan, 3/9]
[4] Dalil Lain Bahwa Istighfar Dan Taubat Adalah Diantara Kunci-Kunci Rizki
Yaitu hadits yg diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti :Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kpd Allah[3] niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar dan untuk setiap kesempitan kelapangan dan Allah akan memberi rizki (yg halal) dari arah yg tdk disangka-sangka[4]”.
Dalam hadits yg mulia ini, Nabi yg jujur dan terpercaya, yg berbicara berdasarkan wahyu, Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang tiga hasil yg dpt dipetik oleh orang yg memperbanyak istighfar. Salah satu yaitu, bahwa Allah Yang Maha Memberi rizki, Yang Memiliki kekuatan akan memberikan rizki dari arah yg tdk disangka-sangka dan tdk diharapkan serta tdk pernah terdetik dalam hatinya.
Karena itu, kpd orang yg mengharapkan rizki hendaklah dia bersegera untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), baik dgn ucapan maupun dgn peruntukan. Dan hendak setiap muslim waspada!, sekali lagi hendak waspada! dari melakukan istighfar ha sebatas dgn lisan tanpa peruntukan. Sebab ia ialah pekerjaan para pendusta.

[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah oleh Dr. Fadhl Ilahi, dgn edisi Indonesia Kunci-kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah hal. 7-18 terbitan Darul Haq, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc]
________
Fote Note
[1] [Tafsir Al-Khazin, 7/154. Lihat pula, Ruhul Ma’ani, 29/73]
[2] [Tafsir Al-Qurthubi, 18/302-303. Lihat pula Al-Muharrar Al-Wajiz, 16/123]
[3] “Barangsiapa menetapi – dalam riwayat lain – tdk meninggalkan istighfar”. Lihat, Sunan Abi Daud, 4/267, Sunan Ibni Majah, 2/339. Dan maknanya, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Ath-Thayyib Al-Azhim Abadi yaitu saat terjadi maksiat atau ada ujian atau ada orang yg penyakit terus menerus, maka sungguh dalam setiap nafas ia membutuhkan kpd (istighfar dan taubat). Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Arti : Beruntunglah orang yg mendpti dalam shahifah (catatan amalnya) istighfar yg banyak”. (Hadist Riwayat Ibnu majah dgn sanad hasan shahih). [Aunul Ma’bud, 4/267]
[4] Al-Musnad, no. 2234, 4/55-56 dan lafazh tersebut ialah redaksi milik ; Sunan Abi Daud, Abwabu Qiyamil Lail, Tafri’u Abwabil Witr, Bab Fil Istighfar, no. 1515, 4/267 ; Kitabus Sunan Al-Kubra, Kitabu Amalil Yaumi wal Lalilah, no 10290/2,6/118 ; Sunan Ibni Majah, Abwabul Adab, Bab Al-Istighfar, no. 3864, 2/339 ; Al-Mustadrak ‘alash Shahihain, Kitabut Taubah wal Inabah, 4/292. Sebagian ahli hadits menyatakan hadits ini dha’if krn salah satu periwayat (cacat). (Lihat, At-Talkhish, Al-Hafizd Adz-Dzahabi, 4/262 ; Aunul Ma’bud, 4/267 ; Dha’ifu Sunan Abi Daud, Syaikh Al-Albani, hal. 149) Tetapi sanad hadits tersebut dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (Lihat, Al-Mustadrak, 4/262). Dan Syaikh Ahmad Muhammad Syakir berkata : “Sanad hadits ini shahih” (Hamisy Al-Musnad, 4/55). Demikian sebagai jawaban atas apa yg dikatakan tentang salah seorang perawinya. Wallahu a’lam bish shawab.
RIYADHOH

1. membaca astaghfirrullohal adhim 1700X
2. lakukan selama 7 malam setelah sholat taubat 2 rokaat, sholat tasbih 4 rokaat 2 salam dan sholat hajat 2 rokaat
3. disaat mulut fisik membaca astaghfirrullohal adhim, dibarengi dengan mulut ati selalu meminta ampun kepada alloh.
4. selama melaksanakan riyadho istighfar ini, disetiap waktu dan kondisi agar diusahakan selalu mengucapkan astaghfirrulohal adhim, baik dengan mulut fisik maupun didalam hati.